Bahaya Mengobati Jamur Dengan Bawang Putih Obat Eksim Di Jempol Kaki

Bahaya mengobati jamur dengan bawang putih

Bahaya mengobati jamur dengan bawang putih

Hallo, berjumpa kembali, pada kali ini akan membawa pembahasan mengenai obat eksim di jempol kaki Bahaya mengobati jamur dengan bawang putih simak selengkapnya 

Bahaya mengobati jamur dengan bawang putih

Ilustrasi mengobati kaki dengan bawang.

Ilustrasi mengobati kaki dengan bawang. | Luis Echeverri Urrea /Shutterstock

Bagi Anda yang mencoba mengobati cendawan di kaki dengan dasun putih mentah, ada baiknya urung memakai cara tradisional alami yang acap diklaim ampuh ini.

Pasalnya, belum tentu sembuh, kaki Anda justru bisa membengkak dan melepuh layaknya seorang perempuan di Inggris.

Menukil Ifl Science dan Newsweek, seorang perempuan yang tak disebut namanya dilaporkan mengalami aib kaki atlet, akibat terpapar cendawan patogen bagai Tinea pedis ataupun yang am dikenal sebagai lantaran kutu air, kurap kaki, dan juga cendawan kuku.

Tinea pedis, bagai dijelaskan dr. Tjin Willy dalam Alodokter, adalah infeksi cendawan yang biasanya dimulai dari kaki. Penyakit ini am menyerang anak buah yang kakinya acap basah, berkeringat ataupun berderit-derit membubuhkan sepatu ketat.

Tinea pedis mudah menyebar lewat kontak jangat dengan anak buah lain, ataupun kontak dengan permukaan yang terkontaminasi jamur. Misal, geladak yang lembap dan hangat bagai kamar mandi ataupun seputar kolam renang, juga konsumsi barang bersama bagai tuala ataupun sepatu.

Di Indonesia yang memegang iklim tropis dan kelengasan tinggi, epidemiologi tinea pedis cukup tinggi (16 persen) bila dibandingkan dengan jenis cendawan di tubuh lainnya. Di seluruh dunia pun, aib ini amat am terjadi.

Dalam laporan kasus yang dipublikasikan di jurnal BMJ, perempuan asal Inggris itu awalnya mencoba mengatasi sendiri aib cendawan di seputar jempol kaki kirinya. Ia menggunakan potongan dasun putih mentah yang segar selama empat minggu, empat jam sehari.

Sayang usahanya gagal. Ia akhirnya ke mantri dan malah divonis tiga masalah sekaligus. Yakni berkelukur memanggang babak dua, dan infeksi cendawan kaki yang telah merembet menjadi cendawan kuku. Ini mengubah kukunya jadi berwarna kuning dan hampir copot (onikomikosis).

Kabar baiknya, berkelukur memanggang perempuan itu bisa sembuh total dalam dobel minggu berkat kelihaian pembelaan Dr. Kai Wong, salah ahad penulis laporan yang juga mantri operasi plastik di Oxford University Hospitals National Health Service Foundation Trust.

Dr. Wong menerangkan dalam laporan kasus bahwa jangat manusia cukup asam, dengan pH galib seputar 4-5,5. Namun, pH jangat di jari kaki perempuan itu mencapai 9 saat pertama kali datang.

Untuk penyembuhan, Dr. Wong dan tim membersihkan kaki perempuan itu dengan air, mengangkat jangat mati yang melepuh, dan menginstruksikan si perempuan agar teratur mengganti perban ala berkelukur beserta menghindari pengobatan herbal topikal apapun.

Kepada Live Science, dr Wong mengatakan bahwa gejala infeksi dan terbakar ala perempuan itu berasal dari senyawa-senyawa berbahan alur (sungai) belerang yang terkandung dalam dasun putih. Kemungkinan besar, kata dia, disebabkan oleh senyawa belerang terkuat dalam dasun putih yang disebut diallyl disulfida.

Satu studi telah mengungkap bahwa dasun putih kebolehjadian berevolusi menghasilkan diallyl disulfida beserta senyawa belerang lainnya, sebagai pertahanan alami atas serangan pemangsa dan patogen--termasuk jamur.

Pertahanan alami yang disebut metabolit sekunder itu menjadikan dasun putih sebagai remedi tradisional ampuh selama ribuan tahun, juga menjadi bakal alur (sungai) secuil besar pengobatan modern.

Bahkan, sebesar eksplorasi mendukung bahwa dasun putih memegang sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Dua eksplorasi kecil ala tahun 1996 dan 2000 juga menunjukkan senyawa yang ditemukan ala dasun putih bisa membantu mengobati cendawan kaki, meski efektivitasnya masih perlu diuji ulang.

Namun, bagai dipaparkan Dr. Mona Gohara dan Dr. Allison Arthur, dobel ahli dermatologi yang diwawancarai Insider, meskipun tak sarwa anak buah bereaksi buruk atas dasun putih, kisah perempuan itu perlu menjadi pengingat bahwa bakal alami juga bisa berbahaya.

Menurut mereka, bakal alami bagai dasun putih punya dobel efek buruk di kulit. Selain cukup biasa bertindak sebagai alergen yang menyebabkan iritasi bagai berkelukur bakar, ia juga memicu reaksi alergi bagai ruam jangat yang buruk ataupun eksim.

Bahkan, Dr. Wong memperingatkan bahwa juru masak dan orang-orang yang biasa terlibat dengan makanan juga am mengalami berkelukur memanggang sehabis berlama-lama mengatasi dasun putih mentah.

Ia mengartikan bahwa akut tidaknya berkelukur memanggang tergantung ala seberapa lama anak buah mengatasi dasun putih, juga seberapa banyak dan seberapa segar dasun yang digunakan. Selain itu, kondisi dan sensitivitas jangat yang dimiliki tiap anak buah juga berpengaruh.

Terlepas dari semua, Dr. Wong menegaskan bahwa tak ada antijamur alami yang ampuh saat infeksi cendawan sudah menyebar bagai mencampuri kuku.

Menurut laman American Academy of Dermatology, cendawan ceker yang terbongkar sejak mula biasanya masih bisa ditangani dengan remedi di apotek. Namun, jumlah anak buah perlu resep antijamur lisan dari dokter.

Jadi, alih-alih membubuhkan dasun putih, jika Anda curiga mengalami infeksi cendawan ataupun cendawan kuku, segera obati dengan memenuhi dermatolog alias mantri kulit, ataupun spesialis aib kaki (podiatris).

Bingung bagaimana menyembuhkan Eksim) ? Kinik dan Apotek Az Zahra adalah klinik pratama dan apotek terpercaya dengan dokter, perawat dan  apoteker profesional serta biaya yang terjangkau. Melayani masyarakat Piyungan, Berbah, Prambanan, Kalasan, Patuk, Pleret, Banguntapan, Dlingo, Sleman, Wonosari, Jogja dan sekitarnya. Kami siap menangani permasalahan eksim Anda, baik pengobatan eksim maupun pembelian obat eksim. Hubungi WA Klinik 0821 3449 5179 & WA Apotek 0821 3485 1327.

begitulah detil tentang Bahaya mengobati jamur dengan bawang putih semoga info ini berguna salam